Sunday, November 13, 2016

Hari Minggu Random

Minggu pagi yang sedikit basah tanggal 13 November 2016

Jangan sampai hari Minggu ku tersia-siakan, mari berencana keluar kota..... Pantai!!!
Seperti biasanya my partner selalu harus update report, tidak memandang hari libur atau jam kerja sekalipun.
Yes, melihat beberapa teman sudah upload foto tentang berenang di laut, memberikan inspirasi yang solid untuk jalan ke pesisir pantai.

Hanya berkendara sekitar 2 jam, kami pilih jalan menuju Batemans Bay.
  
 
 Berbekal kue pastel yang baru diambil dari kulkas, kami panaskan di dash board mobil biar hangat pada saatnya dimakan.

Melalui kota Braidwood, kami bermaksud mampir di toko roti yang cukup tua. Seperti waktu dulu di tahun 70an, kalo kita mau ke Puncak, pasti mampir dulu di toko roti Bogor Permai atau Tan Ek Tjoan, di kota Bogor.

 E
 
 

Tiba di kota Batemans Bay, pemandangan laut cantik terpampang di depan mata. Sambil berkeliling mengitari kota, kami menjajagi pantai yang nyaman untuk berenang. Sampai tibalah kami di Surf Beach.


 Ternyata walau matahari bersinar terang, tidak menjanjikan air laut juga hangat. Perlu mengatur persepsi dahulu, sampai saya bisa benar-benar membenamkan seluruh badan ke dalam laut.

Bahagia yang tak terhingga selalu dirasakan apabila bisa berenang di laut dan mengikuti arus ombak yang pecah. Body surf, salah satu hobby yang mengasyikkan. Entah mengapa kebebasan berenang di laut selalu memberikan rasa nostalgia seperti dekat dengan papa. Yaa... karena papa juga pencinta laut, masih ingat hobby papa yang suka menjala ikan di laut. Kita anak-anaknya selalu diajak berada di dekatnya.

Setelah puas berenang, sementara my partner terus meng update report, kami berkeliling kota yang cantik ini. Sehingga sampailah di sebuah cafe dibalik dermaga tempat di tambatnya kapal-kapal.

 
 
 

Makanannya recommended, sayang yang saya ambil fotonya hanya menu desert, padahal menu Marlin Steak yang kami pesan sangat istimewa, menu fish of the day. Menurut ownernya, kakaknya baru menangkap ikan tersebut. 

Istimewa sekali perjalanan random kami untuk keluar dari kerutinan kota Canberra. Semoga selalu diberikan kesempatan untuk explore dunia mensyukuri nikmat Allah.

By: tanitam@161114


Wednesday, August 24, 2016

Hari ini bermakna

     Memasuki hari ketiga bulan Ramadhan 2016. Niat untuk lebih berkualitas secara ibadah dan ketaqwaan dibenamkan. Keputusan untuk explore Sydney menjadi pro kontra batin, selain berdiam untuk merenung. 

 

Akhirnya disinilah kepasrahan kepada tuntunan Allah kami serahkan.

 
Menuju ke Museum of Contemporary Art Australia!
Eksibision yang digelar selalu berganti topik. 
Hari ini Telling Tales : Excursions in Narrative Form.
Berisikan narasi-narasi dari belahan internasional beberapa pengembara yang melakukan hijrah dan juga sebagai pengungsi.

 
Ketika mata hati terbuka, inilah pelajaran hidup untuk dimaknai. Semakin bersyukur kepada Allah SWT, ketika saya tenggelam dalam cerita sang penutur yang berbeda, dengan pengalaman hidupnya masing-masing.

Di salah satu sudut menceritakan bagaimana si pengembara mengelilingi separuh dunia demi menjangkau kehidupan yang lebih baik. Bandingkan dengan sebagian kita yang bisa menjelajah dunia dengan bersenang-senang dan memilih hotel tempat kita menginap.

 

Ada yang dari Palestina, Pakistan, Afghanistan, Somalia dan Rusia.
Cerita tentang perjuangan hidup yang sangat beragam dengan segala ancamannya pula.

Di salah satu sudut lainnya, penuturan dalam bentuk komik, seorang lelaki tumbuh dengan polemik hidupnya, karena dibesarkan oleh bapak yang pemarah dan ancaman fisik yang selalu dia terima setiap hari.

 

Tak terasa waktu 2 jam saya habiskan di dalam gedung museum ini. Banyak pelajaran hidup untuk meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah sang maha pencipta. Bersyukur atas anugerah yang telah kita terima.

By: tanitam@160802

Monday, August 8, 2016

Selendang Jingga

Selendang jingga terbentang di cakrawala
Hadirkan temaram siluet hari
Jejak kaki di pasir tersapu ombak 
Esok... hari ini akan jadi kemarin
Satu dua tiga... dan hitungan berlanjut
Pertanda bilangan umur semakin berkurang
Penting menjadi tidak penting
Sebaliknya tidak penting menjadi penting
Dua warna semakin nyata
Membaurkan sejuta pesona yang hadir sebelumnya
Ketika petunjuk semakin nyata
Mengapa jadi ragu
Ini tentang keputusan
Ini tentang tekad
Ini tentang memilih
dan... Ini tentang tujuan
tanitam@160808

Sunday, July 17, 2016

Menyamakan Frekuensi

Ada kala kita dalam situasi kebaikan yang tinggi dan ingin mengajak dunia menuju kebaikan bersama, tapi semua orang di sekitar kita tidak dalam frekuensi yang sama. Apakah kamu harus frustasi dengan keadaan demikian? Santai dan tetap berusaha ya people 😉. Jangan sampai kita malahan masuk ke dalam situasi keburukan yang lebih parah karena ulah yang tidak baik.
Diskusi akan berhasil apabila dalam pembicaraan lebih dahulu asumsi yang dipakai disamakan dasarnya, jika terjadi perdebatan yang tidak berujung sebaiknya ditinggalkan.

Semoga kebaikan diberikan bagi kita semua umat manusia seluruh jagat raya.

By tanitam@160718



Friday, June 17, 2016

Kembara


Lampaui episode hidup
Kelana ruang dan waktu
Sejauh mana pergimu
Kembali ke jiwa dalam diri

Terang gelap sepanjang jalan 
Terasa berliku karena tidak berkompas
Jalan lurus yang ku pilih
Kutuju titik cahaya menjanjikan

Hauskah diriku?
Ilmu terus kucari
Lelahkah diriku?
Iman yang membantuku kuat

Belahan dunia manapun
Ladang pengasahan kalbu
Petik semua bunga tercantik
Menjadi pengharum hidupmu kelak

By : tanitam@160617

Saturday, June 4, 2016

Karpet

Tinggal di negara tropis seperti Indonesia khususnya kota Jakarta pilihan untuk memiliki karpet bukan impian utama. Kecuali kalau rumah kamu full AC dan tidak terletak dekat dengan jalan raya yang berdebu. Atau ... karpet menjadi perlu untuk digunakan pada acara khusus seperti pengajian atau acara lesehan lainnya (bisa tergantikan oleh tikar ;) )

Berangkat dan tinggal 3 tahun ke negara gudangnya karpet, niat utama yang ditanamkan adalah, jangan sampai beli karpet, karena tidak akan banyak manfaatnya kalo dibawa pulang.

Nampaknya benar juga teori 'Law of Attraction'. Walau kamu mengatakan tidak, namun sebenarnya ada daya tarik untuk memikirkannya. Karpet ooh karpet, di negara Bulan Sabit Bintang atau negara Turki ini begiiiiituuuu indahnya, corak, warna dan kehalusannya..... bikin hati kepincut.
Satu helai, dua helai, tiga helai..... dan akhirnya ber-helai-helai yang kita bawa pulang 3 tahun kemudian.
Dengan seiringnya waktu, pengetahuan tentang kualitas dan asal daerah karpet bertambah.



Mungkin sama sensasinya seperti kamu belajar tentang Batik. Akhirnya pengetahuan kualitas, kehalusan dan kerumitan pembuatan, akan menjelaskan mengapa satu helai mahal harganya.


Demikian pula dengan carpet hand made atau machine made, kamu akan bisa membedakannya setelah benar-benar  mendalaminya.


By : tanitam@160309

Party is over

     Tiba kembali di Canberra sepulang dari Jakarta di awal Juni 2016, ada kesan bahwa 'Pesta sudah Usai'.
Mengapa demikian? ... karena kudapati pohon di sepanjang jalan dekat rumah sudah mulai gundul.





     Sepanjang tahun, ada 4 musim di Canberra. Boleh dibilang setiap musim mempunyai keunikan masing-masing. 
Buat saya Autumn adalah musim yang paling meriah seperti sebuah perayaan pesta besar dan membuat saya baper.
Dimulai dari pertengahan April, dedaunan mula berubah sarna. 
Tidak cantik....... namun cantiiiiik sekali. 






Ketika tiada kata yang dapat mewakili ungkapan perasaan, semoga foto-foto di atas bisa membantu mengekspresikannya.

*Baper = Bawa Perasaan
Foto-foto di atas adalah hasil bidikan pribadi penuh perasaan cinta yang berbunga-bunga 

By : tanitam@160604


Tuesday, May 3, 2016

Jalan Pagi dan Kayu Putih

Canberra dan Alam Sutera, tempat buat olah raga.


Rute jalan dan lari pagi di sekitar rumah adalah rute yang paling mudah buat saya, cepat, dekat dan memenuhi persyaratan keselamatan. Selain melewati perumahan rute ini juga melewati mall dan lingkungan sekolah yang sangat luas di lingkungan kami.
Jalur pejalan kaki dan sepeda disediakan khusus, menunjang kenyamanan kita berolah raga.



Dalam kerutinan menelusuri rute, kadang hal-hal kecil dapat memicu ingatan yg sama utk 2 tempat berbeda. 
Ketika jalan di taman/hutan kecil di Canberra bisa serasa persis dengan jalan pagi di kerumunan anak sekolah di dekat rumah, yang mau masuk sekolah.
Sama-sama bau minyak Kayu Putih/Eucalyptus. 

Canberra

Bedanya adalah yang saya hirup di Canberra adalah langsung dari pohonnya. Dimana ada ratusan jenis pohon kayu putih atau istilah lokalnya Eucalyptus, yang tumbuh di daratan Australia. Di jalur rute jalan saya di Canberra teduh dengan jejeran pohon Eucalyptus, jadi aroma bau yang semerbak menyegarkan ini dapat langsung diidentifikasi. 



Alam Sutera

Yang saya hirup di kerumunan anak-anak sekolah adalah bau minyak olesan kayu putih. Bau khas anak-anak setelah mandi, dari kebiasaan sebagian besar orangtua mengolesi anak-anak mereka agar badan tetap hangat secara turun menurun. 

Sama-sama terasa segar, buat saya dalam sekejap memicu ingatan terhadap 2 tempat yang jaraknya terpisah jauh.



By : tanitam@160503

Sunday, May 1, 2016

No Gadget Today


Hidup dirantau, melewatkan waktu dengan gadget, menjelajah dunia maya seharian tidak mengganggu kehidupan sosial. Waktu balik ke tanah air, terbiasa ber-gadget ria, aku merasa sangat tidak sopan. Kurang ngobrol dengan keluarga, kurang ngobrol dengan orangtua, kurang ngobrol dengan supir ataupun anak-anak secara langsung.

Berniat mengurangi prosentase penggunaan gadget, aku membaca buku di kemacetan. Terasa benar lebih bisa fokus tanpa terganggu notification.
Ha ha ha..... hanya terasa ganjil, jempol jadi berasa kurang bergerak.



By : tanitam@160502

Wednesday, March 30, 2016

Lupa konsentrasi

     "Anda senang tinggal di Fiji?" tanya supir taksi dalam perjalanan pulang ke penginapan di Suva.
"Saya senang sekali, terutama karena keramahan penduduknya yang selalu tersenyum," jawab saya tulus.
"Anda juga memiliki senyum lebar yang cantik," sambungnya.
"Di Fiji semua senang karena hidup mudah dan santai."
Saya setuju dengan ucapannya, tercermin dari sikap yang ditunjukkan penduduknya.

     Lampu lalu lintas berganti warna, dari merah menjadi hijau, namun kendaraan di depan taksi kami tidak nampak akan bergerak. "Diiiin...diiin...diiin!" Klakson sang supir menyalak galak.... "Orang-orang baru belajar naik mobil, tidak tahu aturan!!" Oops kemana tadi sikap santai nan ramah :)

     Rupanya mobil di depan, pengemudinya seperti sedang bertelepon.
Lanjutlah celotehan supir taksi, mengatakan jaman sekarang sambil mengemudi orang melakukan hal berbahaya, seperti ber-sms dan bertelepon. Saya meng-iya-kan saja.

     "Anda ke sini untuk liburan?" tanyanya melanjutkan obrolan kami. "Ya... semacam itulah," jawab saya.
"Bagaimana tentang cyclone yang baru-baru ini menyerang Fiji, apakah parah?" tanya saya.
"Kira-kira 2,5 jam dari Suva, kota yang terkena dampak parah." 
"Kebetulan saya baru dari sana dan punya beberapa foto yang saya ambil."
"Sebentar saya cari di mobile phone saya," sambil si supir sibuk menunjukkan beberapa gambar dari kota yang terdampak parah dari telepon genggammya.

     Woooo.....sementara saya di kursi penumpang hanya bisa senewen, takut dia menabrak, karena sibuk kasih lihat foto-foto tsb. He he he..... Saya hanya bisa ngebathin, barusan dia yang bilang jangan mengemudi sambil ber-sms atau telepone, sedangkan dia dengan kedua tangannya sibuk mencari foto untuk saya..... @/;?!!&@)(/-;



By: tanitam@160331

Tuesday, March 29, 2016

Ke Suva Point

     Jalan kaki selama 2,5 jam menyusuri kota Suva, sungguh menantang.
Awalnya hanya ingin memenuhi target bergerak harian dalam rangka menurunkan berat badan.
Berangkat dari Wisma Indonesia Suva, menuju pusat kota, namun belok ke Nabua karena ingin melihat pantai.


     Ternyata setelah sampai Nabua, dengan hasil googling, belok lah saya ke tempat wisata Suva Point Beach.


     Hanya bisa bersyukur kepada Allah SWT, keindahan alam pantai yang tidak semua orang dapat capai dan nikmati.

     Semua warga yang saya temui semua menyapa dan tersenyum.
'Bula', sapaan khas lokal.

     Sementara saya sedang merenung perjalanan dengan situasi menyenangkan pagi ini, tidak terasa sudah pukul 12.10. Sekelompok pekerja mendekati tempat saya berteduh, rupanya mereka bersama-sama juga ingin berteduh. Persiapan makan siang, membuka kaleng bean dan tuna untuk diracik ke roti panjang.
Sambil menawarkan untuk makan siang bersama, kami ngobrol ringan.
Sungguh bersahaja hidup di Fiji ini.

     Tadi pun saya disuguhi senyum lebar oleh sekelompok remaja putri yang sedang menikmati sepoi angin pantai.

     Bis kota yang saya temui di jalan tadi unik sekali, ada yang tanpa jendela.
Rupanya tarif yang dikenakan berdasarkan jauh dekatnya rute, untuk kira-kira perjalanan dengan waktu tempuh 8 menit biaya sekitar 70 sen uang lokal.

     Namun karena saya sudah cukup jalan hari ini, saya memutuskan untuk naik taksi kembali ke Wisma. Biaya sekitar 10 $ Fiji ( 1$ = Rp 6400 ). 
Hhmmm... mahal juga ya..


By: tanitam@160330

Saturday, March 5, 2016

BERGERAK YUUK...


Selama bertempat tinggal di Canberra, adakah di antara kita yang belum pernah berjalan di alam terbuka seputaran kota ini? Bila demikian, dapat dikatakan anda membuang kesempatan yang sangat berharga, yang kadang jarang kita temui di tempat lain. Mengapa dikatakan demikian, karena fasilitas yang disediakan sangat ‘lux’, dalam artian semua aspek keamanan dan keselamatan berjalan sangat diutamakan, tidak ada lubang, pedagang kaki lima ataupun sepeda motor yang merebut jalan kita. Sementara berjalan adalah kegiatan olah raga yang paling sederhana yang dapat anda lakukan tanpa mengeluarkan biaya banyak. 






Manfaat yang dapat dirasakan langsung ketika bergerak di alam terbuka adalah, mengisi udara bersih ke dalam paru-paru, menguatkan jantung, melancarkan peredaran darah, menjaga berat badan dan postur tubuh, juga mengasah kepekaan panca indera kita.
-           *     Mata melihat pemandangan luas tak berbatas, hijau, biru dan warna-warni lainnya.
-       *     Hidung menghirup dan mengidentifikasi aroma yang beragam, wangi pepohonan (pinus, eucalyptus, cinnamon dan bau rumput yang baru dipotong). Wewangian asli, gratis tidak dalam kemasan.
-        *     Telinga mendengarkan berbagai kicauan burung maupun desiran angin mengusik daun-daun.
-     *     Kulit menyerap vitamin D yang sangat dibutuhkan bagi kekuatan tulang kita, mencegah osteophorosis




  Kadang kita malas bergerak sama sekali, sementara kita tahu bahwa bergerak bisa dalam bentuk apapun. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga, berkebun, naik atau turun tangga dan berjalan di mall, minimal dilakukan secara intens setiap hari.

   Ketika anda kecewa dengan diet menurunkan berat badan yang pernah berhasil namun dalam waktu singkat kembali lagi gemuk, sebetulnya ‘goal’ anda yang mungkin perlu diubah. Misalnya : goal nya adalah diet untuk menurunkan berat badan, maka pada saat anda sudah mencapai berat badan ideal, semua kegiatan menuju ke sana anda stop, sehingga dengan cepat berat badan anda ‘bounch back’, bahkan kadang lebih berat.


  Jadi cobalah dengan motto, tidak berdiet, saya bergerak atau berolah raga rutin untuk kesehatan saya sendiri. Bila ada efek berat badan jadi turun, itu adalah bonus. Karena untuk sebagian besar orang tidak mudah berpantang makanan. 

  Pada jaman yang serba digital, banyak sekali disediakan alat bantu untuk mengukur rutinitas anda bergerak. Contoh : alat yang menyerupai gelang, menghitung pencapaian minimal 10.000 langkah setiap hari. Bahkan ada alat yang menghitung macam aktivitas yang anda lakukan selain hanya diam dan duduk. Alat itu mencatat persentase aktivitas anda berjalan, berdiri maupun aktivitas olah raga lainnya.


Asalkan semua alat ini dapat membantu pencapaian hitungan minimal aktivitas anda, silahkan anda miliki. Tapi selama alat ini menjadi alasan untuk menunda bergerak karena belum punya, ini adalah masalah niat :). Sebenarnya hanya dengan bermodal alas kaki dan pakaian yang nyaman anda sudah dapat memulainya, SEKARANG!!





By: tanitam@150216



Pernah dimuat di News No. 15/2/2016 DWP KBRI Canberra 

Sunday, December 6, 2015

Yaaa.... dia Ramah!

      Rasanya kurang berimbang kalo pengalaman tidak menyenangkan saja yg diceritakan.
Masih di seputaran petugas imigrasi, kali ini di negara 'lain' yang kebetulan berbahasa Inggris, yang memang selalu mengutamakan kenyamanan pendatangnya. 
Loket di meja imigrasi antri panjang, namun dengan segera surut karena kesigapan petugasnya yg tidak mau mempersulit.
Ketar ketir juga kebagian petugas yang lengannya full tatoo, kumis serta brewokan.  Tapi sikap praduga terhadap sikap orang harus dihilangkan.
Tiba giliranku! "Good morning," sapaku. 
"Selamat pagi, ibu," dengan senyum lebar menyapaku dengan bahasa Indonesia yang fasih. "Apa kabar?" lanjutnya.
Yuuhuuuuuii....! spirit girang tiba-tiba tersulut. "Alhamdulillah, baik."
Lelah perjalanan semalam dengan tidur kurang, jadi sirna. Obat energi untuk memulai pagi (ha ha...lebay).

     Sebetulnya sikap petugas 'border security' yang mengedepankan kenyamanan ini sudah kami perhatikan dari beberapa pertemuan sebelumnya. Contoh, barcode paspor dari negeri kita tercinta ini, kadang-kadang tidak terbaca oleh scanner imigrasi. Tapi di sini, dengan mudah dicarikan jalan keluarnya dan dengan sikap tetap menyenangkan. Setelah itu tahapan pemeriksaan berikutnya kita diberikan prioritas untuk menyelesaikan tanpa hambatan kalau memang tidak bermasalah. 
Sehabis keluar di pintu pemeriksaan bisa terasa sejuk, merasa disambut dengan tangan terbuka. Yes you are welcome!

By: tanitam@151206



Monday, October 19, 2015

Tetapkan Tujuan


Buai alam raya
Menyesatkan sang pengembara
Silau kemeriahan dunia
Menarik dan membutakan
*
Lupa akan tujuan semula
Mata hati tertutup
Temukan kunci ilmu
Jangan lelah menggali
*
Petik pundi-pundi kebajikan
Raih nur dengan menyibak tirai
Kabut berlalu terhembus
Suara hati terkuatkan
*
Waktu semakin dekat
Jangan berpaling mengabaikan
Tak perlu terus berlari
Siap diri akan kepastian
*

by : tanitam@151019




Saturday, August 29, 2015

Bersyukur

Sejauh mata memandang 
Hamparan hijau bak permadani
Alam indah selalu mengundang
Bagi yang pandai mengamati

Di manakah dikau sang Kekasih
Aku rindu untuk bertemu
Semoga Engkau selalu di sisi
Seperti aku selalu menuju Mu

Berapa banyak kerikil tersebar
Tidak kurang pula batu menghadang
Menambah ketebalan rasa sabar
Seolah tak ada aral melintang

Yakin akan tujuanku
Menghalau segala keraguan
Jangan tahan lagi pergiku
Kekuatan akan suatu pengakuan

By tanitam@150829



Thursday, July 30, 2015

Ramah?

Dalam 6 bulan terakhir ini berkesempatan mondar mandir melalui imigrasi beberapa bandara. Ternyata keramahan seharusnya masih bisa diterapkan. Kami paham bahwa ketegasan harus ada di bidang ini, tapi kenapa harus marah-marah sepertinya sangat berhak untuk memarahi tamu negara yang datang ke negara tersebut?

Sementara di negara lainnya bisa memberikan kenyamanan yang sangat membantu ketika ada beberapa tamu yang untuk pertama kali datang ke negara tersebut. Kebingungan bukan menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sikap ramah petugas imigrasi bisa menjadi kesan pertama bagi negara yang kita kunjungi. 

Tanitam@150731


Monday, January 5, 2015

Aku dan Puisiku

     Mau dipaksa bagaimanapun, kalau hati dan perasaan kurang bergejolak, tidak ada sepatah katapun keluar menjadi puisi. Namun apabila membuka kembali, lembaran-lembaran puisi yang lalu, aku dapat menemukan kembali potret peristiwa ketika puisi-puisi itu tercipta. Masuk dalam kategori orang yang melankolis kah?  He he...rupanya tidak hanya foto-foto lama yang membuatku teringat akan suatu peristiwa. Tersakiti, terinspirasi, tak berdaya serta semangat rupanya ada hubungannya dengan keadaan perasaan seseorang.

     Sekarang aku sedang duduk di bawah bayangan pohon sambil mendengarkan burung-burung berceloteh, mencoba menorehkan cerita atau puisi. Tapi rupanya orang lalu lalang lebih menarik buatku untuk diamati. Angin dingin yang menerpa membuatku tidak takut untuk menerima sapaan sinar matahari yang hangat.

     Yaa, inilah saat yang aku nantikan, ketika pertama kali mendapat kabar akan pindah ke Canberra, Australia. Duduk sendiri di taman, menikmati udara bersih serta bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Memasuki minggu kedua sejak kami tiba di negeri Kangguru, ketika semua orang kembali beraktifitas dengan kesibukannya setelah liburan akhir tahun.

     Tidak ada orang yang peduli dengan urusan orang lain, namun sangat ramah apabila kita memerlukan bantuan. Berlawanan dari sifat yang selalu ingin tahu atau mencampuri urusan orang lain, tetapi penuh kecurigaan apabila ada yang berbuat baik. Uups... pikiran yang timbul ini adalah bahan koreksi diri. 

     Sementara puisi indah tidak kunjung tercipta untuk saat ini, mencerminkan perasaanku yang datar. Tetap semangat mengisi lembaran demi lembaran tahun 2015.

     Bismillahirohmannirohim...

Canberra Lake
By: tanitam@150105



Wednesday, November 19, 2014

Sudah 'membaca' apa hari ini?

Di pagi hari yang basah akibat hujan semalam, tetesan embun dari pohon yang tinggi, jatuh tepat di pergelangan tangan kananku. Saya tersenyum dan sedikit tertawa senang ketika menyadari itu. Mengapa tertawa? Karena memang sedang 'membaca' skenario Allah yang sudah 'menuliskan' bahwa tetesan itu akan jatuh di lengan kananku, bukan di bahu kiriku.

Dalam menghabiskan putaran 5 km lari pagiku, semua orang terlihat tanpa baju ketika saya 'membaca' bahwa semua orang adalah mahluk Nya, baik orang yang sedang berjalan, naik mobil, naik motor atau yang sedang olah raga lainnya. Tidak ada dasar apapun buat saya untuk menilai mereka karena saya hanya melihat semuanya adalah mahluk Allah yang sama. Hanya Allah yang dapat menilai. Tapi ketika logikaku mengambil dominasi penglihatan, dalam sekejap mereka berubah menjadi si Tukang sapu, Pelajar, Tukang Ojek, Pengusaha, Ibu rumah tangga, si 'kaya' atau si 'miskin', si cantik, si pendek atau si tinggi. Apakah saya perlu melabelkan setiap orang, dan mengabaikan waktu yang lebih berguna untuk meningkatkan ketaqwaaan diri kepada yang Maha Kuasa?


Membaca tanpa harus memegang buku, membaca dari setiap kejadian, membaca untuk lebih mendekatkan dengan Nya. Membaca untuk meningkatkan ketaqwaan. Membaca untuk lebih pintar dalam merasa. 

Inilah catatan hati untuk lebih memaknai perintah Iqro! Bacalah!



Sunday, July 20, 2014

Mamaku mengemasnya tanpa kotak

     Mamaku jago masak. Mulai dari roti, kue kering sampai bubur Menado. Mulai dari cheesecake, ayam isi dibulu sampai dengan pizza. Mulai dari goulash soup, lasagna sampai dengan puding caramel. Kamu sebut saja makanan lokal atau makanan internasional, dengan mudah mamaku mengolahnya dengan sempurna. Entah, mungkin  ada sense indicator di lidahnya yang membuat semuanya jadi pas. Terbiasa dengan masakan mama di rumah, membuatku mempunyai selera makan yg cukup mendunia dan berani mencoba semua jenis masakan.

     Selalu ada alasan buat mama untuk mengundang makan kerabat ke rumah. Dengan demikian mama bisa beraksi di dapur dengan segala menu yang akan disajikannnya di meja. Tidak ada hari ulang tahun kami, anaknya yang 4 orang, yang tidak dirayakan setiap tahunnya, berikut ulang tahun papa dan mama sendiri. Belum lagi hantaran untuk dibawa ke tempat kerabat yang punya hajatan, mama tidak pernah pergi ke suatu acara dengan tangan kosong. Ada saja makanan panas atau puding dan kue hasil karya dapurnya yang dibawa. Dan saya teringat, dulu papa suka  complain apabila aroma makanan yang melekat di mobil sampai beberapa hari, karena tumpah waktu dibawa.

     Perayaan Lebaran di rumah oma di Petojo untuk keluarga besar Tamimi dari papa, menu ketupat lengkap dengan sayur dan rendang dari dapur mama, turut memeriahkan meja saji di Hari Raya setiap tahunnya. Perayaan Hari Natal di rumah opa Piay untuk keluarga besar dari mama atau di beberapa tahun terakhir perayaan tiap tahunnya dirayakan di rumah mama, selalu ada menu nasi bungkus daun khas Menado, ayam Tuturuga dan ikan Rica-rica.
Ya.... mama selalu bisa mengatur waktu untuk memasak di setiap kesempatan. Baik pesta kecil atau pesta besar. Kalau menu yang akan disajikan bermacam-macam, mulai 2 hari sebelumnya, untuk menu dessert sudah mulai disiapkan. 

     Melihat dari ritual perayaan hari besar yang selalu sama bobot perhatiannya oleh mama untuk menyiapkan hidangan itulah, mengajari aku akan sikap toleransi yang besar. Tidak ada batasan kepada siapa kita mau berbuat baik atau bersedekah. Dalam kehidupan mama tidak pernah mengajarkan kami untuk memilah-milah kelompok. Banyak contoh baik yang selalu aku ambil dari tauladan mama. Setiap bulan Ramadhan, mama menemani kami yang bersahur. Setiap hari Minggu pula mama tidak pernah absen beribadah. Banyak keluarga atau kerabat yang kurang beruntung menjadi target mama untuk beramal. 

     Sejak kecil kami tidak dikenalkan untuk berprasangka negatif. Selama kita punya kegiatan atau niatan positif, insya Allah efeknya pun positif bagi semua golongan. Teringat ketika di antara kami ada yang bertengkar, maka mama akan menyanyikan lagu ciptaan mama sendiri, yaitu "Damai di bumi." Berlanjut lagi setelah kami masing-masing sudah mempunyai anak, cucunya oma pun akan dinyanyikan lagu yang sama bila bertengkar. 

     Universal, jangan dikemas dalam kotak, akan menyempitkan kita dalam bersosialisasi. Hubungan antar manusia sebaiknya bebas tanpa batasan, sehingga tidak mengecilkan ruang bergerak dan cara berpikir kita. Aku percaya, bisa berada di sini, baik secara bathin dan spiritual karena mama yang hebat yang telah membesarkanku. Bathinku kaya karena terbiasa dengan perbedaan. Sedangkan keyakinan spiritualku adalah hal unik yang terbentuk dari perjalanan hidupku, sedari lahir, tumbuh berkembang dan dewasa. 

     Terima kasih ya Allah



In memory of my mother, Betty Piay Tamimi
9 Januari 1937 - 12 Juli 2014

by: tanitam 140719